Cepat atau lambatnya proses pengisian tersebut tergantung dari 2 hal adalah :
- Besar kecilnya arus yang mengalir dari charger atau sumber tegangan ke perangkat yang diisinya.
- Kemudian yang kedua yakni tergantung dari kapasitas baterai smartphone, Hp, dll yang diisinya, kian besar mAHnya maka akan semakin usang proses pengisiannya untuk hingga penuh.
Kalau anda ingin tau atau sekedar ingin tahu atau mungkin punya sedikit masalah merasa ada yang asing dengan proses pengisian perangkat yang anda miliki yang memakai port USB (tegangan 5 Volt DC), dari USB charger atau dari USB laptop/komputer. Anda dapat memakai alat ukur yang mudah adalah mini USB tester.
Mini USB tester |
Bagi anda yang belum tahu cara instalasi dan cara kerjanya, sederhana saja, tidak mungkin salah colok,dapat dilihat pada gambar di bawah berikut.
Model mini USB tester mirip yang saya gunakan ini, untuk displaynya akan bergantian secara otomatis antara tegangan(Volt) dan arus (Amphere).selang beberapa detik.
Pada teladan berikut tegangan dari charger terbaca 5,03V
Display mini USB tester sedang menunjukkan tegangan dari Charger |
Display mini USB tester sedang memberikan Arus dari Charger ke smartphone |
Display mini USB tester sedang menawarkan tegangan dari port USB laptop |
Dan arus yang mengalir dari port USB laptop ke ponsel pintar yaitu sebesar 0,46A
Display mini USB tester sedang memperlihatkan arus dari port USB laptop |
Dari contoh display mirip yang ditunjukkan di atas kita akan mampu mengetahui misalnya mengapa suatu proses pengisian berjalan cepat atau lambat atau bahkan tidak mengisi sama sekali, dilihat dari arus listrik yang mengalirnya.
Kita juga mampu mengenali jika suatu charger tidak wajar atau rusak.
Tegangan sebuah port USB standard yaitu 5 V ± 5% . Berarti tegangan normalnya adalah 4,75V hingga 5,25 V. Kalau nilai tegangan ada di bawah atau di atas rentang itu berarti charger tidak wajar /rusak.
Tidak cuma itu. Pernahkah anda mengalami port USB laptop atau komputer anda rusak?, yang disebabkan oleh perangkat USB yang short di dalamnya. Misalnya sehabis dicolok oleh Flashdisk tertentu port USB menjadi rusak, Flashdisk tersebut ada yang short di dalamnya, jika dicolok melalui USB tester ini maka arus yang ditunjukkan sangat tinggi. kalau normalnya/lazimnya untuk USB flashdisk ialah dibawah 0,05 A.
Kaprikornus kita bisa mengantisipasi biar port USB laptop kita tidak rusak, untuk perangkat USB yang belum pernah dicolok ke Laptop/komputer kita, untuk pertama kali tidak ada salahnya sambil diukur arusnya, siapa tahu arusnya diluar yang sebaiknya sehingga jika diteruskan dapat merusak port USB laptop/komputernya.
Berikut acuan mengenali arus ke Flashdisk
Mengetahui arus ke Flashdisk |
Perangkat mini USB tester ini banyak dijual dan harganya relatif murah, bisa search di toko online dengan kata kunci misal usb tester .
0 Komentar